(0461) 3128590

BERITA

Ketua KPU RI, buka Rakor pengatifan badan Ad Hock secara virtual.

Posted By : Admin    14 Juni 2020   



Pasca di Undangkannya Perpu No 2 Tahun 2020, atas perubahan ketiga undang – undang nomor 1 Tahun 2015 tentang penetapan Perpu nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota menjadi undang – undang, dan dengan terbitnya PKPU nomor 5 Tahun 2020 tentang perubahan ke tiga atas PKPU No 15 Tahun 2019 tentang Tahapan, Program dan jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati dan atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tahun 2020, serta SE KPU RI nomor 441/PL.02.SD/01/KPU/VI/2020 tentang pengaktifan kembali PPK dan PPS pada Pemilihan Tahun 2020 pada tanggal 12 Juni 2020, KPU Republik Indonesia menyelenggarakan Rakor tentang Tata cara pengaktifan PPK dan PPS yang sempat tertunda berdasarkan Keputusan KPU Nomor 179 tentang penundaan Tahapan pemilihan yang salah satunya adalah pelantikan PPS pada tanggal 21 maret 2020 lalu. Rakor ini di laksanakan pada hari Sabtu, 13 Juni 2020 pukul 10.00 sd selesai WiB .

Rakor ini di hadiri oleh 32 KPU Provinsi dan 309 KPU Kabupaten Kota se Indonesia yang menyelenggarakan Pemilihan Kepala Daerah baik Gubernur dan Wakil Gubernur maupun Bupati dan Wakil Bupati dan atau WaliKota dan Wakil Wali Kota yang pelaksanaannya jatuh pada tanggal 9 Desember 2020. Sementara Narasumber dari Rakor tesebut berasal dari Komisioner KPU RI dan Biro Umum secretariat jendral KPU RI.

Arif Budiman, Ketua KPU RI dalam sambutan virtualnya mengatakan, bahwa pemilihan kali ini penuh dengan tantangan, untuk seluruh jajaran KPU ke bawah di pelajari dan di pahami betul tahapan beserta regulasinya, bahwa selain tantangan pemilihan itu sendiri, kita di perhadapkan dengan wabah Covid 19 yang memaksa kita penyelenggara harus mematuhi standar protocol kesehatan dalam melaksanakan tugas. Pemilihan kali ini juga, masih menurut Arif Budiman, dalam sejarah kepemiluan di Indonesia, belum perna terjadi, dimana kita melaksanakan pesta Demokrasi di tengah wabah pandemic covid 19, dan di mungkinkan bahwa pemilihan 2020 kita meletakkan dasar bagaimana jika pemilu/pemilihan di laksanakan di tengah wabah penyakit, karna kita tidak tau ke depannya seperti apa, walaupun kita berharap tidak ada lagi wabah seperti ini.

Selain itu, masih menurut Arif Budiman, bahwa kesiapan SDM kita harus mumpuni baik pengetahunnya terkait dengan pemilihan maupun integritasnya juga harus terjaga, selain regulasi, anggaran juga menjadi penting dalam mensupport kesuksesan pemilihan di tengah wabah Covid ini. Tutup arif Budiman sebelum membuka Rakor secata resmi.

(Alwin)




GALERI VIDEO